Anda Bisa Daftar disini untuk bisnis sehari-hari Anda

Rabu, 30 Oktober 2013

PUISI BIMBANG

Puisi Ketika harus Memilih 
Oleh : edol sokananta

maaf cinta ku…
tak terbayang dalam hayal sekalipun
ku menyingkir ataupun ku tersingkir dari hadapmu
beribu jalan telah kita lewati
beribu rintang terlalui
kutinggalkan…
tapi,tak kuasa
ku hampiri…
tapi,kaki terikat,
kasih…
ketika harus mimilih kini
aku tak sanggup memilih
entah hingga kapan ku kan terdiam
tak beranjak dari kursi kebimbangan ini.






Puisi Langkah
oleh: Fahmy Ksatria

Langkah
Tak bisa kupungkiri,
takbisa kurenungi,
semua adalah jalan,
semua adalah jalan menuju kebimbangan,
Hal yang selalu diharapkan,
terbentang satu hari,
hingga tiba saatnya suasana yang dipaksakan,
mencari keputusan dalam bersikap,
Aku ingin jadi kecil,
aku ingin kembali untuk apa aku terlahir,
jika suasana berjenjang membuatku salah melangkah,
ampunilah hamba Ya Allah.

 

 

 

Puisi Terang Menuju Terbenam
Oleh : Aldo Guinaldo

Di tengah hari
Dilanda kegelisahan hati
mencoba menidurkan rasanya
Tapi mataku tak bisa terbohongi
suatu rasa yang menggerogoti
hati yang tenang dan damai
tak disangka saat ini
aku terbohongi masa lalu
Ya Tuhan…
Apa kau melihatku?
Apa benar kau hanya menguji
dengan begitu
kau dapat lihat imanku yang kokoh
Sungguh aku bimbang
terombang-ambing badai besar
tapi, aku mesti yakin
ini ujian, agar aku dapat kemenangan








Puisi Cinta Itu Menakutkan
Oleh: Nori Mentari

Ku tahu cinta itu indah…
Ku tahu juga cinta itu manis…
Rasa ingin memiliki cinta itu juga besar…
Walau tak sebesar rasa takutku…
Aku mengerti cinta itu buta…
Tapi aku juga tahu cinta itu pura-pura buta…
Ia tahu mana yang harus dijaga dan yang harus Ditinggalkan…
Aku takut…
Aku takut terluka atas kebohangan cinta itu…
Cinta tahu mana yang cantik dan mana yang kaya…
Kekurangan akan menjadi penghalang bagiku untuk Tetap bertahan mencintainya…
Maka…
Maka aku harus secepatnya melepaskan perasaan itu Sejauh mingkin…
Sebelum aku malu dan kecewa…

 


 

Puisi Aku Bisa Apa
Oleh : WaFa

Saat begitu banyak orang menceritakan kebahagiaanya
Aku bisa apa?
Diam, dan terus mendengarkannya saja
Sementara dalam hatiku meronta.
Kebahagiaan yang mereka ceritakan adalah hal yang sedang aku harapkan.
Dan saat mereka bercerita tentang kepiluan dan kisah sedih mereka.
Aku kembali bertanya, aku bisa apa?
Kepiluan dan kesedihan mereka itu tak sebanding.
Mereka seolah tanpa dosa, mereka salah mepercayai aku untuk menampung runtuhan tembok tembok tinggi masalah mereka dan derasnya hujan tangis mereka.
Dalam diriku sudah terlalu penuh dengan runtuhan piluku sendiri, otak ku sudah terlalu banyak bekerja untuk mencari solusi atas masalahku sendiri.
Aku tak dapat berbagi, mereka tak pernah memberi waktu untuk telinga mereka mendenganrkan ku.
Sementara aku seperti di takdirkan untuk harus mendengarkan pilu mereka.
Dan ku akan berdosa bila tak menuruti.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online