Anda Bisa Daftar disini untuk bisnis sehari-hari Anda

Rabu, 30 Oktober 2013

PUISI KANGEN

Puisi ketika kau melangkah, menjauh dari ku
ketika jarak terasa kian panjang, ketika rindu kian menggeliat.
Tak malu ketika kata kata enggan mengurai makna dalam dada.
Aku pun memohon dalam isak,dalam diam,dalam deru.
Tuhan, beri aku lengan yang lebih panjang agar aku dapat menjangkau punggungnya.
Tapi, jarak pun kian jauh,kian jauh, dan kian jauh.
Aku terenggu dalam kelu
yang merindu kan mu.






Puisi “Kemarin”
Oleh : RoyBinSueb

dia ada disana sudah satu jam
tersenyum karna tlah menyelesaikan tugasnya
ingin menyentuhnya, sedikit saja
sekedar usapan dahi atau ciuman kecil
kemarin iya mencaciku
kemarin juga airnya mengguyurku dan kasurku
kemarin iya tak berhenti memukulku
kemarin iya pergi dengan kesal
aku ingin di caci lagi
aku ingin dipukul lagi
aku ingin di bangunkan lagi
aku ingin kemarin lagi
aku benci hari ini,karna kau diam saja
aku tak mau hari ini,karna kau tak memukulku
aku ingin kemarin, dan tak ingin ada hari ini
aku..,hari ini..,kehilangan kamu.








Puisi Sepi tidak Sendiri 
Oleh: Bella Marusare

Aku tau..
Bintang itu terletak jauh disana
Jauh di dalam bola matamu
Aku juga tak yakin untuk dapat menggapainya
Aku berlari..
Berlari..
Dan terus berlari..
Aku tersandung oleh satu hal,
hingga aku masuk dlm lubang cintamu
Aku tak bisa berkata lagi
Hanya harap yang ku bisa
Semoga kau disana bisa merasakannya….






Puisi Ketika Sepi Menepi
Oleh : kristiawan

bingakai malam menurunkan
Rinai bulan bersandang
Awan awan hitam yang kadang membayang
Luruhku pada wujut kuncup gelap yang mengecup
Kening bebintang
Dan di iringi nada jangrik yang bergending
Setelahya malam mengepakan sayap kunang kunang
Kan cahaya yang melepas sepi
Namun jiwa yang terlanjur
Terjebak di sudut hari
Tak nampak menikmati
kecuali sesepi yang menyuguhi diam
Atas rona wujud yang tak terhindari oleh hati
Kian memapakan keruncingan keinginan
Biar jiwa terlepas pada bingar bunga yang bermekaran
Olehyalah aku terantai senyum
Yang kemudian tak kembali
Sesepi bau kopi menyambut pahit kali ini
Biarlah,
kurasa manis tak menenangkanku tiap hari








Puisi Kasih Ku Menanti Di Sini
Oleh : Supriadin
Malam kelam membutakan marcapada
Dinginnya malam merasuk jiwa
Entah kapan ku berharap
Entah kapan ku menanti
Entah kapan ku selalu menunggu
Selalu saja tak menentu perasaan ini
Biarpun gelora menggebu di hati
Tetap saja ku berharap jawaban yang pasti
Angin sayu berhembus dengan pasti
Tak satupun berita menghampiri
Kasih datanglah padaku
Kasih berilah hangat cintamu
Kasih peluklah aku
Kasih aku menantimu

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online